Posted on

18. Koordinasi manajemen

KOORDINASI MANAJEMEN

 

A.     ARTI DAN PENTINGNYA KOORDINASI
Koordinasi adalah kegiatan mengarahkan, mengintegrasikan, dan mengatur unsur-unsur (6M) dan pekerjaan-pekerjaan para bawahan dalam mencapai tujuan organisasi.
 
 
Koordinasi itu penting dalam suatu organisasi, adalah :
1.        Untuk mencegah terjadinya kekacauan, percekcokan, dan kesamaan atau kekosongan pekerjaan.
2.        Agar orang-orang dan pekerjaannya diselaraskan serta diarahkan untuk pencapaian tujuan perusahaan.
3.        Agar sarana dan prasarana dimanfaatkan untuk mencapai tujuan.
4.        Supaya semua unsur manajemen (6M) dan pekerjaan masing-masing individu karyawan harus membantu tercapainya tujuan organisasi.
5.        Supaya semua tugas, kegiatan, dan pekerjaan tepat pada sasaran yang diinginkan.
 
Tipe-tipe koordinasi :
1.      Koordinasi vertical
Adalah kegiatan-kegiatan penyatuan, pengarahan yang dilakukan oleh atasan terhadap kegiatan unit-unit, kesatuan-kesatuan kerja yang ada di bawah wewenang dan tanggung jawabnya. Tegasnya, atasan meng koordinasi semua aparat yang ada di bawah tanggung jawabnya secara langsung.
2.      Koordinasi horizontal
Adalah mengkoordinasikan tindakan-tindakan atau kegiatan-kegiatan penyatuan, pengarahan yang dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan dalam tingkat organisasi yang setingkat.
 
Sifat-sifat koordinasi :
1.      Koordinasi adalah dinamis bukan statis.
2.      Koordinasi menekankan pandangan menyeluruh oleh seorang koordinator (manajer) dalam rangka mencapai sasarannya.
3.      Koordinasi hanya meninjau suatu pekerjaan secara keseluruhan.
 
Tujuan Koordinasi :
1.       Untuk mengarahkan dan menyatukan semua tindakan serta pemikiran ke arah tercapainya sasaran perusahaan.
2.       Untuk menjuruskan keterampilan spesialis ke arah sasaran perusahaan.
3.       Untuk menghindari kekosongan dan tumpang tindih pekerjaan.
4.       Untuk menghindari kekacauan dan penyimpangan tugas dari sasaran.
5.       Untuk mengintegrasikan tindakan dan pemanfaatan 6M ke arah sasaran organisasi atau perusahaan.
6.       Untuk menghindari tindakan overlapping dari sasaran perusahaan.
 
 
B.     SYARAT-SYARAT KOORDINASI
1.      Perasaan untuk bekerja sama.
2.      Persaingan.
3.      Saling menghargai.
4.      Semangat.
 
C.     CARA-CARA MENGADAKAN KOORDINASI
1.      Memberikan keterangan langsung dan secara bersahabat. Keterangan mengenai pekerjaan saja tidak cukup, karena tindakan-tindakan yang tepat harus diambil untuk menciptakan dan menghasilkan koordinasi yang baik.
2.      Mengusahakan agar pengetahuan dan penerimaan tujuan yang akan dicapai oleh anggota, tidak menurut masing-masing individu anggota dengan tujuannya sendiri-sendiri. Tujuan itu adalah tujuan bersama.
3.      Mendorong para anggota untuk bertukar pikiran, mengemukakan ide, saran-saran, dan lain sebagainya.
4.      Mendorong para anggota untuk berpartisipasi dalam tingkat perumusan dan penciptaan sasaran.
5.      Membina human relations yang baik antara sesama karyawan.
6.      Manajer sering melakukan komunikasi informaldengan para bawahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s